Saturday, May 22, 2010

Peranan ICT dalam Menghadapi Globalisasi Dunia Pendidikan

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1991), pendidikan diartikan sebagai proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau sekelompok orang dalam usaha mendewasakan menusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Mengapa disini saya menekankan pentingnya pendewasaan manusia? Karena dengan menjadi manusia yang lebih dewasa, otomatis kita akan lebih dapat menyesuaikan de ngan keadaan yang ada.

Dewasa ini, tentunya globalisasi sudah tidak dapat dihindari lagi salah satunya dalam bidang pendidikan. Kualitas pendidikan kitapun harus semakin dewasa karena kualitas pen di dikan adalah dasar majunya suatu bangsa. Persainganpun kini tidak semata persaingan di dalam satu institusi saja, tetapi sudah merambah pada ma syarakat secara global atau internasional. Hal ini diakibatkan oleh salah satu ciri globalisasi yang dimana terjadi perkembangan yang semakin tidak terkendali. Orang asing dengan mudahnya dapat mengembangkan diri atau mengejar ketinggalan dari negara lain, kalau negara yang “dijajah” tersebut tidak menye ge rakan untuk melakukan perubahan yang signifikan pula. Maka dari itu, peranan ICT (Information Communication Technology) atau TI (Teknologi Informasi) menjadi hal penting dalam globalisasi terutama dalam dunia pendidikan karena tidak bisa dipungkiri lagi, TI telah mem be ri kan konstribusi yang signifikan terha dap seluruh pro ses globalisasi ini.

Hal ini dapat dilihat berkembangnya berbagai wahana TI, dimulai dari yang paling sederhana be rupa perangkat radio dan televisi, hi ngga internet dan telepon genggam dengan berbagai macam per kembangan teknologinya. Contohnya adalah perkembangan telepon genggam yang dimulai dari pro tokol aplikasi tanpa kabel (WAP), GPRS, 3G, GPS hingga smartphone, informasi mengalir dengan sangat cepat dan dapat mengatur mobilitas dalam “satu genggaman”.

TI telah mengubah “wajah konvensional” yang lambat dan mengandalkan interaksi sumber daya fi sik secara lokal menjadi “wajah digital” yang serba cepat dan mengandalkan interaksi sumber daya in formasi secara global. Peran Internet tidak bisa dipungkiri dalam hal penyediaan informasi global ini se hingga dalam derajat tertentu, TI disamaratakan dengan internet. Internet sendiri memang fenomenal kemuncul annya sebagai salah satu tiang pancang penanda kemajuan TI. Internet menghilangkan semua batas-batas fisik yang memisahkan manusia dan menyatukannya dalam dunia baru, yaitu dunia maya.

Perubahan informasi kini tidak lagi ada dalam skala minggu atau hari atau bahkan jam, melain kan sudah berada dalam skala menit dan detik. Kita dapat memperoleh informasi up to date de ngan waktu yang up to date pula. Informasi tragedi WTC hanya membutuhkan waktu beberapa menit untuk diketahui di Indonesia. Perubahan harga saham sebuah perusahaan farmasi di BEJ hanya mem bu tuhkan waktu kurang dari sepersepuluh detik untuk diketahui di Surabaya. Indeks nilai tukar dollar yang ditentukan di Wall Street, AS, dalam waktu kurang dari satu menit sudah dikonfirmasi oleh BI di Medan Merdeka. Demikian juga peragaan busana di Paris, yang pada waktu hampir bersamaan bisa disaksikan dari Gorontalo, Sulawesi.

Peranan ICT dalam Dunia Pendidikan

ICT dalam dunia pendidikan lebih sering kita dengar dengan istilah e-learning. Ruth Colvin Clark dan Richard E. Mayer dalam “E-Learning and Science Instruction” mengemukakan e-learning sebagai berikut:

We define e-learning as instruction delivered on a computer by way of CD-ROM, Internet, or intranet with the following features:

  • Includes content relevant to the learning objective

  • Uses instructional methods such as examples and practice to help learning

  • Uses media elements such as words and pictures to deliver the content and methods

  • May be instructor-led (synchronous e-learning) or designed for self-paced individual study (asynchronous e-learning)

  • Builds new knowledge and skills linked to individual learning goals or to improved organizational performance


Dari pernyataan tersebut saya berkesimpulan bahwa e-learning adalah metode pembelajaran dengan media TI (CD-ROM, internet, intranet) dengan pengajar yang menggunakan metode tersebut untuk mencapai tujuan membangun ilmu secara berkesinambungan dan teratur serta kemampuan yang mapan secara individual maupun secara berkelompok.

Dengan e-learning siswa akan lebih efisien dalam belajar. Dengan cukup melihat informasi di internet maupun di CD-ROM, pelajar akan lebih mudah mencari dan memilah informasi yang berguna bagi pembela­ja ran. Bagi pendidik (guru atau dosen), e-learning dapat mempemudah dan meng efi sien kan pengajar dalam mencari dan men yam paikan informasi pembelajaran pada pelajar.

Di Indonesia, metode e-learning sendiri sudah berjalan dan semakin berkembang. Hal ini ditan dai dengan pemberlakuan e-learning di berbagai institusi sekolah maupun universitas, salah satunya UNY yang meluncurkan website http://besmart.uny.ac.id yang dimana mahasiswa dapat mendownload materi yang telah disediakan dosen di website tersebut

Di luar institusi sendiri pun jenis-jenis e-learning sendiri sudah ada dan semakin berkembang, seperti munculnya berbagai software yang memudahkan proses KBM, contoh Bank Soal (ada di CD-ROM maupun di Internet). Guru maupun siswa tidak perlu repot lagi dalam mencari soal latihan untuk proses KBM. Ada lagi salah satu website dari pemerintah http://e-dukasi.net yang dimana dengan bebas dan mudahnya kita dapat download berbagai materi pembelajaran secara gratis, dan masih banyak lagi website yang menyediakan untuk memudahkan proses pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

  • Clark, Ruth Colvin and Richard E. Mayer. (2008). E-learning and the Science of Instruction : Proven Guidelines for Consumers and Designers of Multimedia Learning Second Edition. San Francisco, CA : Pfeiffer.

  • Sugihartono, dkk. (2007). Psikologi Pendidikan. Yogyakarta : UNY Press.

  • http://satudunia.oneworld.net

  • http://id.wikipedia.org/wiki/Globalisasi

No comments:

Post a Comment